Selasa, 05 September 2017

Revolusi Iran dalam Film Agro 2012



Analisis Revolusi Iran dalam Film Agro 2012


Oleh : Angga Rosidin

Sebuah bangsa melakukan gerakan perubahan adalah jalan untuk menuju sebuah peradaban yang baik. Sebuah negara gagal jika stabilisasi tidak terkendali dan konflik terus berlarut – larut. Saya melihat perubahan yang diinginkan rakyat Iran adalah sebuah jalan yang tepat. Karena pada masa kepemimpinan Shah Pahlevi masyarakat Iran dibawah tekanan dalam imprealisasi negara barat dan masyarakat kelaparan dimana – mana. Dan seperti yang diungkapkan oleh para ulama syiah bahwa pemimpin negara bukanlahhanya sebagai keturunan darah saja tapi pemimpin itu harus cerdas, bijak dan sholeh. Sesuai dengan penganutan bangsa Iran yaitu Islam Syiah. Saya melihat revolusi ini merupakan gerakan – gerakan seksi yang dilakukan oleh para ulama syiah. Kenapa tidak? Disaat rakyat Iran dalam keterpurukan, mulai dari perusahaan minyak bumi dikelola oleh inggris dan Amerika, lalu kepemimpian yang sangat otoriter dan memihak terhadap asing. Lalu hadirlah penyelamat rakyat iran yaitu para ulama syiah. Dimana mayoritas masyarakat Iran beragama Islam aliran Syiah membawa pencerahan kepada mereka untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan menghancurkan kedutaan Amerika di Teheran. Sesuai dengan cita – cita rakyat Iran menggulingkan kepemimpinan Shah Pahlevi dan menasionalisasi aset – aset negara. Dan jalan terbaik adalah membentuk Republik Islam Iran  sesuai dengan syariat Islam Syiah (Imamah). Pergerakan ini dipimpin oleh Ayatulloh Khomeini dan saya melihat orang ini adalah pahlawan Revolusi Iran karena dia mampu membawa Iran keluar dari kediktatoran Shah Pahlevi.
Dari jurnal yang saya baca  SYIAH DAN POLITIK: STUDI REPUBLIK ISLAM IRAN karya Abd. Kadir” bahwa meskipun Iran adalah Negara Republik Islam berbasiskan aliran islam syiah (imamah) tapi untuk dewan nasionalnya, konstitusi Iran memberikan satu kursi gratis terhadap kaum kristen, yahudi, Armenia dll. Bila melihat kebijakan itu diterapkan di Iran apa bedanya dengan sistem pemerintahan berdasarkan Pancasila sesuai yang dianut oleh Indonesia? Ini adalah sebuah jawaban bahwa meskipun Iran berdasarkan syariat Islam Syiah tapi mereka menekankan toleransi juga ada pengadilan untuk non muslim sesuai dengan hukuman agama atau ras masing - masing. Jika dilihat dari kacamata pengamatan saya lahirnya Revolusi Iran bahwa mereka ingin ada perubahan ketatanegaraan monarki ke republik dengan demokrasi modern  dan menggunakan trias politika namun  dasar mereka atau ideologi mereka sesuai dengan jiwa bangsa Iran yaitu Syiah. Dan hasilnya cukup baik sampai tahun 2017, pada tatanan sosial pun banyak juga terjadi perubahan secara masif seperti Iran banyak sekali menghasilkan ilmuan muda, bahkan semua kilang minyak di laut hitam mutlak milik Iran untuk anggaran kesejahteraan rakyat Iran dan yang paling menakutkan dunia adalah Iran memiliki Reaktor Nurklir sendiri di timur tengah untuk bom nuklir, bahkan mereka mempunyai program tahun 2020 mendaratkan orang diangkasa. Inilah hasil dari warisan sementara yang dihasilkan dari Revolusi Iran dari tahun 1979 – 2017 yang semua kebijakan berdasarkan aspirasi rakyat sesuai ideologi Islam Syiah.
Perubahan sosial dan politik yang terjadi Iran merupakan bentuk kesuksesan dalam menata peradaban negara Iran sesuai falsafah syiah. Dan yang paling penting untuk diambil garis besarnya bahwa lahirnya Revolusi Iran untuk kepentingan rakyat Iran secara penuh bukan untuk kepentingan para ulama dan para kapitalis syiah. Dan suksesnya Revolusi Iran yang membawa Iran sebagai negara dari timur tengah  yang menakutkan baik secara politik dan sosial didunia. Ini adalah tanda keseriusan pemerintah Iran dalam melaksanakan perubahan peradaban bangsanya. Dan perubahan yang dituntut sebuah kenyataan dimasa sekarang dan peradaban yang diimpikan sudah tersistem dalam pemerintahan Iran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar