Analisis Revolusi Iran dalam Film Agro 2012
Oleh : Angga Rosidin
Sebuah
bangsa melakukan gerakan perubahan adalah jalan untuk menuju sebuah peradaban
yang baik. Sebuah negara gagal jika stabilisasi tidak terkendali dan konflik
terus berlarut – larut. Saya melihat perubahan yang diinginkan rakyat Iran
adalah sebuah jalan yang tepat. Karena pada masa kepemimpinan Shah Pahlevi
masyarakat Iran dibawah tekanan dalam imprealisasi negara barat dan masyarakat
kelaparan dimana – mana. Dan seperti yang diungkapkan oleh para ulama syiah
bahwa pemimpin negara bukanlahhanya sebagai keturunan darah saja tapi pemimpin
itu harus cerdas, bijak dan sholeh. Sesuai dengan penganutan bangsa Iran yaitu
Islam Syiah. Saya melihat revolusi ini merupakan gerakan – gerakan seksi yang
dilakukan oleh para ulama syiah. Kenapa tidak? Disaat rakyat Iran dalam
keterpurukan, mulai dari perusahaan minyak bumi dikelola oleh inggris dan
Amerika, lalu kepemimpian yang sangat otoriter dan memihak terhadap asing. Lalu
hadirlah penyelamat rakyat iran yaitu para ulama syiah. Dimana mayoritas
masyarakat Iran beragama Islam aliran Syiah membawa pencerahan kepada mereka
untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan menghancurkan kedutaan Amerika di
Teheran. Sesuai dengan cita – cita rakyat Iran menggulingkan kepemimpinan Shah
Pahlevi dan menasionalisasi aset – aset negara. Dan jalan terbaik adalah
membentuk Republik Islam Iran sesuai
dengan syariat Islam Syiah (Imamah). Pergerakan ini dipimpin oleh Ayatulloh
Khomeini dan saya melihat orang ini adalah pahlawan Revolusi Iran karena dia
mampu membawa Iran keluar dari kediktatoran Shah Pahlevi.
Dari jurnal yang saya baca “SYIAH DAN POLITIK: STUDI REPUBLIK ISLAM
IRAN karya Abd. Kadir” bahwa
meskipun Iran adalah Negara Republik Islam berbasiskan aliran islam syiah
(imamah) tapi untuk dewan nasionalnya, konstitusi Iran memberikan satu kursi
gratis terhadap kaum kristen, yahudi, Armenia dll. Bila melihat kebijakan itu
diterapkan di Iran apa bedanya dengan sistem pemerintahan berdasarkan Pancasila
sesuai yang dianut oleh Indonesia? Ini adalah sebuah jawaban bahwa meskipun
Iran berdasarkan syariat Islam Syiah tapi mereka menekankan toleransi juga ada
pengadilan untuk non muslim sesuai dengan hukuman agama atau ras masing -
masing. Jika dilihat dari kacamata pengamatan saya lahirnya Revolusi Iran bahwa
mereka ingin ada perubahan ketatanegaraan monarki ke republik dengan demokrasi
modern dan menggunakan trias politika
namun dasar mereka atau ideologi mereka
sesuai dengan jiwa bangsa Iran yaitu Syiah. Dan hasilnya cukup baik sampai
tahun 2017, pada tatanan sosial pun banyak juga terjadi perubahan secara masif
seperti Iran banyak sekali menghasilkan ilmuan muda, bahkan semua kilang minyak
di laut hitam mutlak milik Iran untuk anggaran kesejahteraan rakyat Iran dan
yang paling menakutkan dunia adalah Iran memiliki Reaktor Nurklir sendiri di
timur tengah untuk bom nuklir, bahkan mereka mempunyai program tahun 2020
mendaratkan orang diangkasa. Inilah hasil dari warisan sementara yang
dihasilkan dari Revolusi Iran dari tahun 1979 – 2017 yang semua kebijakan
berdasarkan aspirasi rakyat sesuai ideologi Islam Syiah.
Perubahan sosial dan politik yang
terjadi Iran merupakan bentuk kesuksesan dalam menata peradaban negara Iran
sesuai falsafah syiah. Dan yang paling penting untuk diambil garis besarnya
bahwa lahirnya Revolusi Iran untuk kepentingan rakyat Iran secara penuh bukan
untuk kepentingan para ulama dan para kapitalis syiah. Dan suksesnya Revolusi
Iran yang membawa Iran sebagai negara dari timur tengah yang menakutkan baik secara politik dan
sosial didunia. Ini adalah tanda keseriusan pemerintah Iran dalam melaksanakan perubahan
peradaban bangsanya. Dan perubahan yang dituntut sebuah kenyataan dimasa
sekarang dan peradaban yang diimpikan sudah tersistem dalam pemerintahan Iran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar